Kamis, 28 September 2017

Makalah tentang AC/Air Conditioner



BAB  1  PENDAHULUAN
2.1. Latar Belakang
Latar belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas nilai yang kurang, yang ditugaskan oleh guru biologi. Makalah ini membahas tentang AC atau Air Conditioner. Makalah ini disusun berdasarkan tentang perbincangan yang sedang hangat dibicarakan oleh dunia. Disini penulis berusaha menerangkan materi yang dibutuhkan sebagai referensi agar dapat menyempurnakan topik yang akan diperbincangkan.
2.2 Identifikasi Masalah
Timbulnya masalah AC (Air Conditioner) yang merupakan masalah lingkungan ini telah menimbulkan berbagai macam pertanyaan, yaitu penyebab, keberadaan dan dampak yang diakibatkan dari pemanasan global tersebut. Pertanyaan-pertanyaan seputar masalah pemanasan global ini dapat diuraikan dalam beberapa bagian :
1. pengertian Air Condition?
2. Cara Kerja AC?
AC ini mengakibatkan berbagai dampak, baik dampak positif maupun negatif. Tanpa adanya Air Conditioner, tidak akan ada kehidupan di dunia karena suhu di bumi yang semakin panas dan manusia tidak akan bisa hidup dalam kondisi suhu yang rendah. AC telah meningkatkan suhu bumi sampai suhu rata-ratanya mencapai 60 Fahrenheit.
2.3  Pembatasan Masalah
Mengingat luasnya permasalahan dan untuk menghindari salah pengertian dan perbedaan persepsi serta untuk mengarahkan makalah ini,saya akan membatasi pemasalahan pada:
A.  Makalah ini dibuat oleh siswa MAN CIGUGUR kelas X-4
B. Definisi Pengertian Air Conditioner, cara kerja AC, Bagian AC, Prinsip AC,,masalah-masalah yang dihadapi, dan perawatan AC/
2.4 Tujuan Penelitian
Tujuan secara umum dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana cara kerja AC.
2.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat-manfaat yang dapat kita peroleh dari penelitian Air Conditioner ini adalah : Untuk mengetahui secara jelas apa AC itu. Untuk mengetahui cara kerja AC. Untuk mengetahui dampak secara umum yang akan dialami oleh manusia sendiri maupun makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya. Untuk mengetahui efek yang akan dialami apabila terjadi perubahan iklim akibat dari AC. Untuk dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk dapat mencegah lebih lanjut AC tersebut.



















BAB II
DAFTAR ISI

BAB 1......................................................................................................................
 Pendahuluan........................................................................................................ 1
2.1 Latar Belakang........................................................................................... 1
2.2 Identifikasi Masalah................................................................................... 1
2.3 Pembatasan Masalah................................................................................. 1
2.4 Tujuan Penelitian....................................................................................... 2
2.5 Manfaat Penelitian..................................................................................... 2
BAB II ....................................................................................................................
DAFTAR ISI......................................................................................................... 3
BAB III ..................................................................................................................
Pengentahuan Dasar Tentang AC...................................................................... 4
A. Pengertian Dasar Tentang AC....................................................................... 4
B. Bagian-Bagian AC........................................................................................... 4
C. Prinsip Kerja AC............................................................................................. 5
D. Jenis-Jenis AC.................................................................................................. 5
E. Masalah-Masalah Yang Dihadapi...................................................................
F. Perawatan pada AC......................................................................................... 9









BAB IV
PENGETAHUAN DASAR TENTANG AC
( AIR CONDITIONER )

A. Pengertian Dasar Tentang  AC (Air Conditioner)
Secara umum pengertian dari AC (Air Conditioner) suatu rangkaian mesin yang memiliki fungsi sebagai pendingin udara yang berada di sekitar mesin pendingin tersebut.
         Secara khusus pengertian dari AC (Air Conditioner) adalah suatu mesin yang di gunakan untuk mendinginkan udara dengan cara mensirkulasikan gas refrigerant berada di pipa yang di tekan dan di hisap oleh kompresor.
         Adapun sebab mengapa gas refrigerant di pilih sebagai bahan yang di sirkulasikan, yaitu karena bahan ini mudah menguap dan bentuknya bisa berubah-ubah, yang berbentuk cairan dan gas. Panas yang berada pada pipa kondensor berasal dari gas refrigerant yang di tekan oleh kompressor sehingga bahan tersebut menjadi panas dan pada bagian Automatic Expantion Valve pipa tempat sirkulasi gas refrigerant di perkecil,sehingga tekanannya semakin meningkat dan pada pipa evaporator menjadi dingin.
         Penulis akan menjelaskan cara kerja AC khususnya pada AC split yang paling sering digunakan di Mall, Sekolah, Perkantoran, Perusahaan, dll.

B. Bagian-Bagian AC (Air Conditioner) Beserta Fungsinya.
            a) Compressor (komfersi).
         Yaitu berfungsi untuk memompa gas refrigerant.
            b) Recervoir.
Yaitu berfungsi untuk manyimpan gas dari condensor sebelum di alirkan  ke compressor.
c) Condensor (penguapan).
         Berfungsi untuk tempat pembuangan temperatur panas
d) Evaporator (pengembunan).
Berfungsi untuk tempat pembuangan temperatur dingin
            e) Filter Dryer.
Berfungsi sebagai penyaring sisa-sisa kotoran gas dan oli
f) Motor Fan Dan Blower.
Motor berfungsi untuk memutar kipas fan dan blower agar terjadi nya sirkulasi udara.
C. Prinsip Kerja AC (Air Conditioner)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjTTf8o6fu2THXr_jPbq9VPFODRVsNc73X8kEnWG-Ugw9hYW8q2eUB9vK7H8bJaCpD_roDrigK6rD4ct4j93OYzo-0UnkOLyou7VhDGLLc4zwuCVRg5_UHHLg0bzpP_0DY0HZ7_Pkhpf8/s320/Untitled.jpg 



Gambar. Prinsip
         kerja
Air Conditioner (AC)






D. Jenis-jenis AC (Air Conditioner)
            1) AC Split
         Di lihat dari segi bentuknya AC Split ini memiliki dua bagian yaitu indoor dan uotdoor, compressor pada AC Split in terletak pada bagian outdoornya dan memiliki kipas sebagai alat untuk mengurangi panas yang ada pada pipa kondensornya.
         Sedangkan pada bagian indoornya terdapat pipa evaporator dan motor listrik yang berfungsi memutar blower dan kemudian di keluarkan pada ruangan yang  telah di tentukan sehingga ruangan tersebut menjadi dingin
       Prinsip kerja pada AC Split adalah dimulai dari kompresor. Kompresor memompa gas yang bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi melalui pipa tekan (Discharge) ke kondensor. Di dalam kondensor suhu gas yang tinggi dibuang oleh Fan yang terletak pada Outdoor unit, sehingga suhu gas refrigerant menjadi dingin. Setelah melalui Condensor gas refrigerant masuk ke Filter Dryer untuk disaring, agar gas yang mengalir tidak terdapat kotoran. Setelah disaring gas (Freon) masuk ke pipa kapiler yang lubangnya begitu kecil, di dalam pipa ini freon saling bertubrukan dan berdesak-desakan disini freon telah berubah wujud menjadi cair yang sebelumnya berupa gas. Setelah melewati pipa kapiler freon akan menguap dan mengambil panas didalam Evaporator yang hampa udara. Sehingga pipa-pipa di evaporator menjadi dingin dan dihembuskan oleh fan motor yang ada dalam Indoor unit.
Setelah melakukan proses pendinginan freon di dalam evaporator, freon kembali disedot masuk kembali melalui pipa hisap (suction) ke dalam Kompresor. Begitulah cara kerja AC, singkatnya freon dipompa oleh kompresor keluar melalui pipa tekan lalu masuk ke condensor lalu ke filter dryer kemudian masuk melalui pipa kapiler menuju evaporator dan kembali ke kompresor melalui pipa hisap (Suction). Proses ini terus berulang ketika AC digunakan.

2) AC Window 
1. Pengertian
Pada AC Window ini memiliki bentuk yang berbeda dengan bentuk lainnya, yaitu antara indoor dan outdoornya memiliki tempat yang sama (menyatu), sehingga tidak memerlukan tambahan pipa antara indoor dan outdoor AC tersebut.
         Didalam pemasangan AC Window ini, kita harus melubangi tembok ruangan yang akan di pasang tersebut. Letak indoornya berada di dalam ruangan dan letak outdoornya berada di luar ruangan, tembok pembatas ini sangat di perlukan agar udara panas yang berada di luar ruangan tidak masuk ke dalam ruangan yang bersuhu rendah, yang dapat mengakibatkan kerusakan pada compressor AC Window tersebut.
        2. Bagian-bagian AC Window
    a)  Compressor (kompersi)
   Yaitu berfungsi untuk memompa gas freon atau gas Refrigerant ke seluruh sistem AC panas yang diserap dari evaporator dan dikeluarkan melalui kondensor.
b) Condensor (penguapan)
          Yaitu berfungsi untuk membuang temperatur panas pada outdoor.
c)  Recervoir
Berfungsi untuk menyimpan gas dari condensor sebelum dialirkan ke        compressor.
    d) Evaporator
Berfungsi untuk menyerap udara panas menjadi dingin.
    e)  Filter Dryer
Berfungsi untuk menyaring sisa-sisa kotoran gas dan oli.
    f)  Motor Fan dan Blower
Motor berfungsi untuk memutar kipas fan dan blower.
Blower berfungsi untuk mensirkulasikan udara yang berada di sekitar evaporator.
    g)  HPS (High Pressure Switch)
Yaitu berfungsi untuk megukur tekanan tinggi atau kuatnya gas.
    h)  LPS (Low Pressure Switch)
Yaitu berfungsi untuk mengukur tekanan lemah atau rendahnya gas.

3) AC Floor Standing 
         AC Floor standing ini memiliki bentuk yang besar baik pada indoornya maupun pada outdoornya, peletakan AC Floor standing ini yaitu pada bagian indoornya di letakkan pada dasar lantai ruangan yang di lengkapi dengan dudukannya, daerah pada bagian depan indoornya harus lapang hal ini di sebabkan agar sirkulasi udara pada AC Floor standing tersebut tidak terganggu.
         AC Floor standing ini mampu mencapai temperatur terendah hingga kurang lebih 10 derajat celcius sedangkan pemasangan pada bagian indoornya disebelah atas dibuat suatu corong/dakting udara, yang dapat di tempatkan hingga ketinggian 3,5 meter.
         AC Floor standing ini sangat banyak di gunakan pada setiap industri, karena memiliki kapasitas ruangan yang cukup besar dibandingkan dengan AC lainnya dan AC ini biasanya di letakkan dalam suatu ruangan produksi.

4) AC Central 
         Ukuran pada AC ini hampir sama dengan AC Floor standing yang memiliki bentuk dan ukuran cukup besar. Perbedaannya ialah ukurannya dan tempatnya peletakkan pada bagian indoornya. AC Central ini di pasang (di letakkan) pada bagian atas dekat ceilings (plafon), dan AC ini lebih banyak di pasang dalam keadan tergantung.
         AC Central ini memiliki dua buah blower yang di gunakan untuk menghisap suhu dingin pada bagian evaporatornya dan mengeluarkannya keruangan yang telah di tentukan. AC ini biasanya diberi corong udara/dakting pada depan blowernya, sebagai tempat penyalur udara dari blower menuju ruangan. AC ini memiliki filter, yang dipasang pada bagian belakang blower.

E. Masalah-Masalah Yang Di Hadapi
 1. AC (Air Conditioner) yang membeku ( jadi es ).
     AC (Air Conditioner) membeku (jadi es) bisa juga disebabkan karena ACnya kotor, kekurangan gas freon/refrigerant, dan kerusakan pada motor fannya.
        Cara Mengatasinya:
         a)  Kalau AC membeku (jadi es) di sebabkan karena kotor.
   Cara mengatasinya  kita cukup dengan membersihkan bagian-bagian dalam AC yang kotor/mencuci AC tersebut.
b) Kalau filter dryernya mampet compressor bekerja tidak stabil, dapat   menyebabkan compressor overload.
Cara mengetahui filter dryernya mampet dapat dilihat dari pipa katup buangnya dingin, sedangkan normalnya pipa katup buang itu panas, panasnya dapat dilihat dari berapa kapasitas compressor tersebut. Kalau filternya sudah mampet tidak bisa diperbaiki lagi dan kita harus mengganti filter yang baru.
c)  Kalau  Compressor  kekurangan  gas  freon/gas refrigerant maka AC juga bisa menjadi beku (jadi es), karena gas yang dipompa oleh compressor sedikit.

         2. AC Split yang tidak dingin
         AC Split yang tidak dingin, umumnya disebabkan oleh Freon yang habis atau outdoor yang sudah kotor sehingga dalam proses pendinginan tidak maksimal.
Cara Mengatasinya :
a)        Kalau Freon Habis isi kembali dengan memakai Refrigerant 22 menggunakan alat Regulator ke kompresor.
b)        Dan jika kotor bersihkan outdoor unit dengan hati-hati, sebaiknya matikan terlebih dahulu sumber arus pada Outdoor tersebut.

F. Perawatan Pada AC (Air Conditioner)
       Hal yang harus di lakukan agar AC (Air Conditioner) dapat bekerja dengan baik, antar lain:
a)      Lindungi AC dari debu dan air hujan.
b)     Lindungi ruangan AC dari asap, bau yang tidak sedap dan tidak terlalu panas.
c)      Untuk mengurangi pemborosan bahan AC ruangan, cegah udara luar terlalu banyak masuk secara langsung kedalam ruangan yang dipasang AC.
d)     Bersihkan kisi-kisi ventilasi Evaporator dari kotoran debu minimal 3 kali dalam satu tahun.
e)      Lakukan perawatan pada AC sesering mungkin agar AC tersebut berfungsi dengan baik dan dapat digunakan lebih lama oleh pemakainya.
f)       Perbaikilah langsung bagian AC yang mengalami kerusakan, baik itu kerusakan yang besar ataupun kerusakan kecil.
g)      Jangan biarkan kondisi AC menyala terus-menerus, jika tidak di gunakan segeralah matikan AC. 

Makalah Biologi Kelas X Keanekaragaman hayati



A.    Tingkat keanekaragaman hayati

1.     Pengertian keanekaragaman hayati (biodiversitas).
Pengertian keanekaragaman hayati adalah variabilitas di antara makhluk hidup dari semua sumber, termasuk interaksi ekosistem terestrial, pesisir dan lautan dan ekosistem akuatik lain serta kompleks ekologik tempat hidup makhluk hidup menjadi bagiannya. Hal ini meliputi keanekaragaman jenis, antar jenis dan ekosistem (Convention on Biological Diversity, 1993).
Pengertian keanekaragaman hayati menurut pendapat ahli yang lain  yaitu Sudarsono dkk (2005: 6) menyebutkan bahwa keanekaragaman hayati adalah ketersediaan keanekaragaman sumber daya hayati berupa jenis maupun kekayaan plasma nutfah (keanekaragaman genetik di dalam jenis), keanekaragaman antarjenis dan keanekaragaman ekosistem.
Pengertian Keanekaragaman hayati atau biodiversitas menurut Global Village Translations (2007:4) adalah semua kehidupan di atas bumi ini baik tumbuhan, hewan, jamur dan mikroorganisme serta berbagai materi genetik yang dikandungnya dan keanekaragaman sistem ekologi di mana mereka hidup. Termasuk didalamnya kelimpahan dan keanekaragaman genetik relatif dari organisme-organisme yang berasal dari semua habitat baik yang ada di darat, laut maupun sistem-sistem perairan lainnya.
Pengertian keanekaragaman hayati yang lebih mudah dari keanekaragaman hayati adalah kelimpahan berbagai jenis sumberdaya alam hayati (tumbuhan dan hewan) yang terdapat di muka bumi (Ani Mardiastuti, 1999: 1).
2.     Tingkatan keanekaragaman hayati
Tingkatan Keanekaragaman Hayati – Keanekaragaman hayati mencakup semua bentuk kehidupan di muka bumi, mulai dari makhluk sederhana seperti jamur dan bakteri hingga makhluk yang mampu berpikir seperti manusia (Bappenas, 2004: 6).

\
Tingkatan Keanekaragaman hayati dapat digolongkan menjadi tiga yaitu:
a.)   Keanekaragaman spesies
Keanekaragaman spesies mencakup seluruh spesies yang ditemukan di bumi, termasuk bakteri dan protista serta spesies dari kingdom bersel banyak (tumbuhan, jamur, hewan, yang bersel banyak atau multiseluler). Spesies dapat diartikan sebagai sekelompok individu yang menunjukkan beberapa karakteristik penting berbeda dari kelompok-kelompok lain baik secara morfologi, fisiologi atau biokimia. Definisi spesies secara morfologis ini yang paling banyak digunakan oleh pada taksonom yang mengkhususkan diri untuk mengklasifikasikan spesies dan mengidentifikasi spesimen yang belum diketahui (Mochamad Indrawan, 2007: 16-18).
            Contohnya variasi antara  kelapa,  siwalan / lontar,  aren,  dan pinang.  Meskipun mereka merupakan satu kelompok tumbuhan palem-paleman, namun masing-masing memiliki fisik yang berbeda.  Misalnya kelapa tumbuh di pantai, siwalan tumbuh di daerah kering, dan aren tumbuh di pegunungan basah.
Contoh lain adalah variasi antara kucing dan harimau. Kucing dan harimau termasuk dalam satu kelompok kucing. Meskipun demikian, antara kucing dan harimau
terdapat perbedaan fisik, tingkah laku,  dan habitat.
Keanekaragaman tingkat jenis menunjukkan adanya variasi bentuk, penampakan, dan frekuensi  gen.
           
b.)  Keanekaragaman genetik
Keanekaragaman genetik merupakan variasi genetik dalam satu spesies baik di antara populasi-populasi yang terpisah secara geografik maupun di antara individu-individu dalam satu populasi. Individu dalam satu populasi memiliki perbedaan genetik antara satu dengan lainnya. Variasi genetik timbul karena setiap individu mempunyai bentuk-bentuk gen yang khas. Variasi genetik bertambah ketika keturunan menerima kombinasi unik gen dan kromosom dari induknya melalui rekombinasi gen yang terjadi melalui reproduksi seksual. Proses inilah yang meningkatkan potensi variasi genetik dengan mengatur ulang alela secara acak sehingga timbul kombinasi yang berbeda-beda (Mochamad Indrawan, 2007: 15-25).
Keanekaragaman gen menyebabkan variasi antar individu sejenis, misalnya keanekaragaman  pada  tanaman padi dan mangga.  Tanaman padi ada beberapa macam (biasa disebut varietas), misalnya IR,  PB,  rojolele, sedani, dan kapuas.  Demikian pula tanaman mangga ada bermacam-macam, misalnya gadung, arum manis, golek, dan manalagi.  Keanekaragaman pada contoh tanaman padi dan mangga tersebut disebabkan oleh variasi gen.

c). Keanekaragaman ekosistem
Keanekaragaman ekosistem merupakan komunitas biologi  yang berbeda serta asosiasinya dengan lingkungan fisik (ekosistem) masing-masing (Mochamad Indrawan, 2007: 15).
         Semua  makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya yang berupa faktor biotik dan faktor abiotik.  Faktor biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup lain, sedangkan yang termasuk faktor abiotik adalah iklim, cahaya, suhu, air, tanah, dan kelembapan (disebut juga faktor fisik);  salinitas, tingkat keasaman, dan kandungan mineral (disebut juga faktor  kimia).  Baik faktor biotik maupun faktor abiotik sangat bervariasi.  Oleh karena itu, ekosistem yang merupakan kesatuan dari faktor biotik dan abiotik pun bervariasi pula.
Di  Indonesia diperkirakan terdapat sekitar  47  ekosistem yang berbeda,  antara lain ekosistem hutan bakau (mangrove),  hutan hujan tropis,  hutan dataran rendah,  hutan rawa,  padang rumput  (savana),  hutan pantai, laut, terumbu karang, hutan tepi sungai, hutan satu dan hutan rawa gambut.

B.    EKOSISTEM
1.     Pengertian ekosistem
Ekosistem adalah suatu proses yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya, jadi kita tahu bahwa ada komponen biotik (hidup) dan juga komponen abiotik(tidak hidup) yang terlibat dalam suatu ekosistem ini, kedua komponen ini tentunya saling mempengaruhi, contohnya saja hubungan heewan dengan air. Interaksi antara makhluk hidup dan tidak hidup ini akan membentuk suatu kesatuan dan keteraturan. Setiap komponen yang terlibat memiliki fungsinya masing-masing, dan selama tidak ada fungsi yang terngganggu maka keseimbangan dari ekosistem ini akan terus terjaga.
Ekosistem

2.     KOMPONEN DALAM EKOSISTEM

Berdasarkan fungsi dan aspek penyusunannya, ekosistem dapat dibedakan menjadi dua komponen, yaitu sebagai berikut.
Komponen Abiotik, yaitu komponen yang terdiri atas bahan-bahan tidak hidup (nonhayati), yang meliputi komponen fisik dan kimia, seperti tanah, air, matahari, udara, dan energi.
Ada 2 pembagian komponen biotik dalam suatu ekosistem, yaitu Organisme Autotrof dan Organisme Heterotrof, nah tentu saja sahabat sudah sering mendengar kedua kata ini, silahkan saja disimak lagi lanjutannya ya :

Organisme Autotrof adalah semua organisme yang mampu membuat atau mensintesis makanannya sendiri, berupa bahan organik dan bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari melalui proses fotosintesis. Semua organisme yang mengandung klorofil terutama tumbuhan hijau daun disebut organisme autotrof. Ada dua pembagian atas Organisme autotrof ini yaitu :

1.Fotoautotrof yang merupakan organisme pemanfaat energi cahaya untuk mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik.
2.Kemoautotrof yang merupakan organisme pemanfaat energi dari reaksi kimia untuk membuat bahan makanan sendiri dari bahan organik. Contohnya adalah bakteri besi, dalam menjalankan proses ini mereka membutuhkan oksigen.

Organisme Heterotrof adalah semua organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, akan tetapi meman faat kan bahan-bahan organik dari organisme lainnya sebagai bahan makanannya. Organisme ini terdiri atas 3 tingkatan yaitu :

Konsumen yang secara langsung memakan organisme lain
Pengurai yang mendapatkan makanan dari penguraian bahan organik dari bangkai
Detritivor yang merupakan pemakan partikel organik atau jaringan yang telah membusuk, contoh nya adalah lintah dan cacing

3.     SATUAN MAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM
Individu merupakan satu makhluk hidup, contohnya seekor burung.
Populasi merupakan sekumpulan makhluk hidup yang menetap disuatu tempat dalam jangka waktu tertentu dan mampu berkembangbiak, contohnya sekumpulan semut.
Komunitas merupakan kumpulan dari populasi yang menempati daerah yang sama dalam waktu jangka waktu yang panjang.
Ekosistem merupakan kumpulan dari komunitas tadi yang melibatkan interaksi yang muantap antara makhluk hidup.


4.     MACAM-MACAM EKOSISTEM

Ada dua macam ekosistem yang terbentuk di bumi kita ini, yaitu
Ekosistemalamiah

Ekosistem Alami
Ekosistem ini adalah ekosistem yang tercipta dengan sencirinya tanpa ada campur tangan dari manusia, oleh karena itu lah kita sebut sebagai ekosistem Alamiah. Contohnya adalah ekosistem laut dan sungai.

EkosistemBuatan


Ekosistem Buatan

Seperti namanya, ekosistem ini merupakan yang terbentuk dengan adanya campur tangan manusia, Dibuat kebanyakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun keanekaragaman hayati di sini terbatas, karena bukan itu tujuan dari membuat ekosistem ini. Contohnya adalah sawah.



Macam Ekosistem
Di bumi ada bermacam-macam ekosistem, yaitu ekosistem alam dan buatan. Secara garis besar ekosistem alam dibedakan men­jadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.

1. Ekosistem Darat
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Ber­dasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat yaitu sebagai berikut.
Gurun
Gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia dan Asia Barat.

Ciri-ciri:
Curah hujan sangat rendah, + 25 cm/tahun
Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi
Kelembaban udara sangat rendah
Perbedaan suhu siang haridenganmalamharisangattinggi(siangdapat mencapai 45 C, malam dapat turun sampai 0 C)
Tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air
Lingkungan biotik:

- Flora: tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan serofit).

- Fauna: hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu menyimpan air, misalnya unta, sedang untuk hewan-hewan kecil misalnya kadal, ular, tikus, semut, umumnya hanya aktif hidup pada pagi hari, pada siang hari yang terik mereka hidup pada lubang-lubang.
Beberapa bioma gurun terdapat di daerah tropik (sepanjang garis khatulistiwa) yang berbatasan dengan padang rumput.

Padang Rumput

 













Padang rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan daerah beriklim sedang, seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, Australia.

Ciri-ciri:
Curah hujan antara 25 - 50 cm/tahun, di beberapa daerah padang rumput curah hujannya dapat mencapai 100 cm/tahun.
Curah hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur.
Turunnya hujan yang tidak teratur tersebut menyebabkan porositas dan drainase kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.
Lingkungan biotik:

- Flora: tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan daerah dengan porositas dan drainase kurang baik adalah rumput, meskipun ada pula tumbuhan lain yang hidup selain rumput, tetapi karena mereka merupakan vegetasi yang dominan maka disebut padang rumput. Nama padang rumput bermacam-macam seperti stepa di Rusia Selatan,
puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara dan pampa di Argentina.

- Fauna: bison dan kuda liar (mustang) di Amerika, gajah dan jerapah di Afrika, domba dan kanguru diAustralia. Karnivora: singa, srigala, anjing liar, cheetah.
Hutan Hujan Tropik
Hutan tropis memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan yang paling tinggi. Meliputi daerah aliran sungai Amazone-Orinaco, Amerika Tengah, sebagi`n besar daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini, dan lembah Kongo di Afrika.

Ciri-ciri:


Curah hujannya tinggi, merata sepanjang tahun, yaitu antara 200 - 225 cm/tahun.
Matahari bersinar sepanjang tahun.
Dari bulan satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif kecil.
Di bawah kanopi atau tudung pohon, gelap sepanjang hari, sehingga tidak ada perubahan suhuantara siang dan malam hari.

- Flora: pada bioma hutan tropis terdapat beratus-ratus spesies tumbuhan. Pohon-pohon utama dapat mencapai ketinggian 20 - 40 m, dengan cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk suatu tudung atau kanopi.

Tumbuhan khas yang dijumpai adalah liana dan epifit. Liana adalah tumbuhan yang menjalar di permukaan hutan, contoh: rotan. Epifit adalah tumbuhan yang menempel pada batang-batang pohon, dan tidak merugikan pohon tersebut, contoh: Anggrek, paku Sarang Burung.

- Fauna: di daerah tudung yang cukup sinar matahari, pada siang hari hidup hewan-hewan yang bersifat diurnal yaitu hewan yang aktif pada siang hari, di daerah bawah kanopi dan daerah dasar hidup hewan-hewan yang bersifat nokfurnal yaitu hewan yang aktif pada malam hari, misalnya: burung hantu, babi hutan,kucing hutan, macan tutul.
Hutan Gugur (Deciduous Forest)


Ciri khas hutan gugur adalah tumbuhannya sewaktu musim dingin, daun-daunnya meranggas. Bioma ini dapat dijumpai di Amerika Serikat, Eropa Barat, Asia Timur, dan Chili.

Ciri-ciri:

- Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 - 100 cm/tahun.
- Mempunyai 4 musim: musim panas, musim dingin, musim gugur dan
musim semi
- Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah daripada bioma hutan
tropis.

Musim panas pada bioma hutan gugur, energi radiasi matahari yang diterima cukup tinggi, demikian pula dengan presipitasi (curah hujan) dan kelembaban. Kondisi ini menyebabkan pohon-pohon tinggi tumbuh dengan baik, tetapi cahaya masih dapat menembus ke dasar, karena dedaunan tidak begitu lebat tumbuhnya. Konsumen yang ada di daerah ini adalah serangga, burung, bajing, dan racoon yaitu hewan sebangsa luwak/musang.

Pada saat menjelang musim dingin, radiasi sinar matahari mulai berkurang, subu mulai turun. Tumbuhan mulai sulit mendapatkan air sehingga daun menjadi merah, coklat akhirnya gugur, sehingga musim itu disebut musim gugur.

Pada saat musim dingin, tumbuhan gundul dan tidak melakukan kegiatan fotosentesis. Beberapa jenis hewan melakukan hibernasi (tidur pada musim dingin). Menjelang musim panas, suhu naik, salju mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali (bersemi) sehingga disebut musim sem
Taiga & Tundra
Taiga


Taiga terdapat di belahan bumi se­belah utara dan di pegunungan daerah tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.

Tundra
Tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi.

Pertumbuhan tumbuhan di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, lumut kerak, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.

Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya karibou, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
  
2. Ekosistem Air Tawar

Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.
Tumbuhan bersel satu yang hidup di air tawar mempunyai dinding sel kuat misalnya beberapa alga biru dan alga hijau. Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar jangkar.
Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis. Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, mengatasi perbedaan tekanan osmosis dengan melaku­kan osmoregulasi untuk memelihara keseim­bangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, clan pencernaan.
Organisme dalam air dapat digolongkan berdasarkan aliran energi clan cara hidup.

1. Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan) dan fagotrof, yaitu karnivor predator, parasit, dan saproba atau organisme yang memakan sisa-sisa organisme.

2. Berdasarkan cara hidup, organisme di­bedakan sebagai berikut.
a) Plankton; terdiri atas fitoplankton dan zooplankton; melayang-layang (ber­gerak pasif) mengikuti gerak aliran air.
b) Nekton; hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
c) Neuston; organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau berada pada permukaan air, misalnya serangga air.
d)Perifiton; merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong.
e)Bentos; hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan remis.

Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosis­tem air tenang adalah danau dan rawa, terma­suk ekosistem air mengalir adalah sungai.
1. Danau

Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luas. Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah per­ubahan suhu yang drastis, disebut terrnoklirt. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar.
Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut.

a) Daerah litoral
Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang hangat ber­
dekatan dengan tepi danau. Tumbuhan­nya merupakan tumbuhan air yang ber­akar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air. Komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya dia­tom), berbagai siput dan remis, serangga, crustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik, angsa, dan mamalia yang sering mencari makan di danau.

b) Daerah limnetik
Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini di­huni oleh berbagai fitoplankton, termasuk ganggang dan cyanobakteri. Ganggang berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim panas dan musim semi.
Zooplankton yang sebagian besar ter­masuk Rotifera dan udang-udangan kecil pemangsa fitoplankton. Zooplankton di­makan oleh ikan-ikan kecil. Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar, kemudian ikan besar dimangsa ular, kura­kura, dan burung pemakan ikan.

c) Daerah profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau. Mikro­ba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba.
d) Daerah bentik
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati.
Danau juga dapat dikelompokkan berda­sarkan produksi materi organiknya, yaitu sebagai berikut.

a) Danau oligotrofik
Oligotrofik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciri-cirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.

b) Danau eutrofik
Eutrofik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organ­isme, dan oksigen terdapat di daerah profundal.

Danau oligotrofik dapat berkembang menjadi danau eutrofik akibat adanya materi-materi organik dan endapan yang masuk. Perubahan ini juga dapat diper­cepat oleh aktivitas manusia, misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan sampah kota yang memperkaya danau dengan sejumlah nitrogen dan fosfor. Akibatnya terjadi peledakan popu­lasi ganggang atau blooming, sehingga terjadi produksi detritus yang berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai oksigen di danau tersebut. Peristiwa seperti ini disebut "eutrofikasi". Eutrofikasi membuat air tidak dapat digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau.

2. Sungai


Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.
Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam diri, karena akan ter­bawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tumbuhan berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan.
Komposisi komunitas hewan juga berbeda antara sungai, anak sungai, dan hilir. Di anak sungai sering dijumpai ikan air tawar. Di hilir sering dijumpai ikan lele dan gurame. Bebe­rapa sungai besar dihuni oleh berbagai kura­kura dan ular. Khusus sungai di daerah tropis, dihuni oleh buaya dan lumba-lumba.
Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner. Misalnya bertubuh pipih dorso­ventral dan dapat melekat pada batu.
Beberapa jenis serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni habitat kecil yang bebas dari pusaran air.

3.Ekosistem air laut

Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang.

1. Laut

Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion Cl- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin.
Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plank­ton serta ikan.
Gerakan air dari pantai ke tengah menye­babkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan ter­bentulazya rantai makanan.
Habitat laut dapat dibedakan berdasar­kan kedalamannya dan wilayah permukaan­nya secara horizontal.

1. Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut.
a)Litoral merupakan daerah yang ber­batasan dengan darat.
b) Neritik merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya mata­hari sampai bagian dasar, dalamnya ± 300 meter.
c) Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2.500 meter.
d) Abisal merupakan daerah yang lebih jauh clan lebih dalam dari pantai (1.500-10.000 m). Lihat Gambar 10.19.
2. Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari tepi laut, laut dibedakan sebagai berikut.
a) Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200 m.
b) Mesopelagik merupakan daerah di bawah epipelagik dengan kedalam­an 200-1000 m. Hewannya misalnya ikan hiu.
c) Batiopelagik merupakan daerah jereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya gurita.
d) Abisalpelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4.000 m; tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Sinar matahari ti­dak mampu menembus daerah iii. e) Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih dari 6.000 m. Di bagian ini biasanya terdapat lele laut dan ikan laut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produser di tempat ini adalah bakteri yang bersimbiosis dengan karang ter­tentu.
Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan osmosis air laut.
Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengao cara banyak minum air, pengeluaran urin sedikit, clan pengeluaran air dengan cara os­mosis melalui insang. Garam yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.

2. Ekosistem pantai

Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut.
Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptari struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras. Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi makanan bagi kepiting dan burung pantai.
Daerah tengah pantai terendam saat pa­sang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini dihuni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivor dan karnivor, kepiting, landak laut, bintang laut, dan ikan­ikan kecil.
Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Daerah ini dihuni oleh beragam invertebrata dan ikan serta rumput l aut.
Komunitas tumbuhan berturut-turut dari daerah pasang surut ke arah darat dibedakan sebagai berikut.
a) Formasi pes caprae
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin; tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal. Tumbuhan lainnya adalah Spinifex littorius (rumput angin), Vigna, Euphorbia atoto, dan Canavalia martina. Lebih ke arah darat lagi ditumbuhi Crinum asiaticum (bakung), Pandanus tectorius (pandan), dan Scaevola fruescens (babakoan).
b) Formasi baringtonia
Daerah ini didominasi tumbuhan baring­tonia, termasuk di dalamnya Wedelia, Thes­pesia, Terminalia, Guettarda, dan Erythrina. Bila tanah di daerah pasang surut ber­lumpur, maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas. Akar napas merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen.
Selain berfungsi untuk mengambil oksigen, akar ini juga dapat digunakan sebagai penahan dari pasang surut gelombang. Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara lain Nypa, Acatlws, Rhizophora, dan Cerbera.
Jika tanah pasang surut tidak terlalu basah, pohon yang sering tumbuh ada­lah: Heriticra, Lumnitzera, AcXicras, dan Cylocarpus. Lihat Gambar 10.21.



3. Estuari

Estuari (muara) merupakan tempat ber­satunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Lihat Gambar 10.22.
Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut airnya. Nutrien dari sungai memperkaya daerah estuari.
Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, gang­gang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar. Estuari juga merupa­kan tempat mencari makan bagi vertebrata semi air, yaitu unggas air.

4. Terumbu karang
 















Di laut tropis, pada daerah neritik, terdapat suatu komunitas khusus yang terdiri dari karang batu clan organisme-organisme lainnya. Komunitas ini disebut terumbu karang. Daerah komunitas ini masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga foto­sintesis dapat berlangsung.
Terumbu karang didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat. Rangka dari kalsium karbonat ini bermacam-macam bentuknya dan menyusun substrat tempat hidup karang lain dan ganggang.
Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro­organisme, dan ikan hidup di antara karang clan ganggang. Herbivor seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivor.

Ekosistem buatan

Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah.
a. Bendungan
Suatu ekosistem buatan yang berupa bangunan penahan atau penimbun air untuk berbagai keperluan, misalnya irigasi, pembangkit listrik.


b. Hutan tanaman industri
Hutan yang sengaja ditanami dengan jenis tanaman industri. Jenis tanaman yang umum ditanam adalah pinus, mahoni, rasamala,  dammar, dan jati seperti gambar disamping


c. Agroekosistem
 






Suatu ekosistem buatan berupa ekosistem pertanian, misalnya sawah irigasi, sawah tadah hujan, sawah surjan, sawah rawa, sawah pasang surut, perkebunan (teh, kopi kelapa sawit, dan karet), kolam tambak, ladang, dan pekarangan.


5.     INTERAKSI DALAM EKOSISTEM
Tentunya setelah mengetahui komponen dalam suatu ekosistem kita bertanya-tanya bagaimana sesungguhnya hubangan antara makhluk hdup yang tinggal menetap dalam suatu ekositem, nah begini nih sahabat

Setiap makhluk hidup akan berusaha untuk mempertahankan populasinya, tentu dengan cara mencari makanan dan terus berkembang biak, seperti yang kita ketahui ada makhluk hidup karnivora dan herbivora hal ini akan menimbulkan hubungan erat yang biasa dinamakan rantai makanan dan jaring jaring makanan. Saya akan menambahkan gambar saja ya, mudah-mudahan sahabat semuanya dapat mengerti melalui gambar ini

1.      Rantaimakanan












Rantai Makanan

2.Jaring-jaringmakanan

Jaring - jaring makanan


6.     PENCEMARANEKOSISTEM



Ekosistem ini sebenarnya memberikan banyak keuntungan dalam kehidupan manusia, namun banyak dari kita tidak menyadarinya sehingga bertindak hanya demi kepentingan pribadi tanpa memikirkan dampaknya bagi kehidup anak cucu kita, betapa tidak, banyak orang melakukan penebangan liar, pembakaran hutan, membuang limbah berbahaya ke laut, nah lihatlah dampaknya !!



Tahukah anda, bahwa Indonesia itu merupakan salah satu dari tiga negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dari dua negari setelah Brazil dan Zaire.Tetapi dibanding  dua negara tersebut ,Indonesia memiliki keunikan tersendiri yaitu Indonesia memiliki areal tipe Indo-Malaya yang luas dan juga tipe Oriental,Australia, dan Peralihannya.
Indonesia adalah salah satu pusat keragaman hayati terkaya didunia. Di Indonesia terdapat sekitar 25.000 spesies tumbuhan berbunga (10% dari tumbuhan berbunga dunia). Jumlah spesies mamalia adalah 515 (12% dari jumlah mamalia dunia). Selain itu ada 600 spesies reptilia; 1500 spesies burung dan 270 spesies amfibia. Diperkirakan 6.000 spesies tumbuhan dan hewan digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada sekitar 7.000 spesiers ikan air tawar maupun laut merupakan sumber protein utama bagi masyarakat Indonesia (Shiva, 1994).
Keanekargaman hayati Indonesia adalah sumber daya yang penting bagi pembangunan nasional. Sifatnya yang mampu memperbaiki diri merupakan keunggulan utama untuk dapat di manfaatkan secara berkelanjutan. Sejumlah besar sektor perekonomian nasional tergantung secara langsung ataupun tak langsung dengan keanekaragaman flora-fauna, ekosistem alami dan fungsi-fungsi lingkungan yang dihasilkannya. Konservasi keanekaragaman hayati, dengan demikian sangat penting dan menentukan bagi keberlanjutan sektor-sekrtor seperti kehutunan, pertanian, dan perikanan, kesehatan, ilmu pengetahuan, industri dan kepariwisataan, serta sektor-sektor lain yang terkait dengan sektor tersebut.
Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibanding dengan daerah subtropik dan daerah kutub.Dengan keanekaragaman hayati yang berbeda maka dapat dibedakan berdasarkan :
1.   Keanekaragaman Indonesia Berdasarkan Karakteristik Wilayahnya 
        Secara astronomis indonesia berada pada 60 LU - 110 LS dan 950 BT - 1410 BT yang artinya indonesia terletak didaerah iklim tropis (daerah tropis berada diantara 23 1/20 LU dan 23 1/20 LS). Ciri - ciri daerah tropis antara lain temperatur cukup tinggi  (260C - 280C), curah hujan cukup banyak (700 - 7000mm/ tahun) dan tanahnya subur karena proses pelapukan batuan cukup cepat.
        Bila dilihat dari geografis , indonesia terletak pada pertemuan dua rangkaian pegunungan muda, yakni Sirkum Pasifik dan Rangkaian Sirkum Mediterania, sehingga indonesia memiliki banyak pegunungan berapi. Hal tersebut menyebabkan tanah menjadi subur.Di Indonesia terdapat 10% spesies tanaman, 12% spesies mamalia, 16% spesies reptilia dan amfibi , dan 17% dari spesies burung yang ada didunia. Sejumlah spesies tersebut bersifat endemik , yaitu hanya terdapat di Indonesia dan tidak ditemukan ditempat lain. 
2.  Keanekaragaman Indonesia Berdasarkan Persebarannya
        Persebaran organisme dimuka bumi dipelajari dalam cabang biologi yang disebut biogeografi . Studi tentang penyebaran spesies menunjukkan bahwa spesies - spesies berasal dari satu tempat, namun selanjutnya menyebar keberbagai daerah .Organisme tersebut kemudian mengalami diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies baru yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya.
       Penghalang geografi atau barrier seperti gunung yang tinggi, sungai dan lautan dapat membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies  (isolasi geografi). Adanya isolasi geografi juga menyebabkan perbedaan susunan flora dan fauna diberbagai tempat.
       Berdasarkan adanya persamaan fauna  didaerah - daerah tertentu , maka dapat dibedakan menjadi 6 daerah biogeografi dunia sebagai berikut:
ü  Nearktik : Amerika utara
ü  Palearktik : Asia sebelah utara Himalaya, Eropa dan Afrika , gurun sahara sebelah utara.
ü  Neotropikal : Amerika Selatan bagian tengah.
ü  Oriental: Asia, Himalaya bagian selatan.
ü  Ethiopia : Afrika
ü  Australian : Australia dan pulau - pulau sekitarnya

a.      Persebaran Hewan Di Indonesia
Kepulauan Indonesia merupakan tempat dua kawasan / daerah bertemuyaitu kawasan oriental yang amat kaya akan binatang dan mamalia. Wallace memperhatikan perbedaan pada flora dan faunanya, dan berhasil menarik garis pada peta sedemikian serupa sehingga memisahkan kelompok kehidupan satu sama lain. 
1.      Persebaran Hewan Di Wilayah Indonesia Barat (Tipe Oriental)
Hewan bagian barat indonesia memiliki ciri-ciri :
·         Banyak spesies mamalia yang berukuran besar .contoh : gajah,banteng,harimau,badak.
·         Mamalia berkantung jumlahnya sedikit,bahkan hampir tidak ada .
·         Terdapat berbagai jenis kera.contoh : bekantan,tarsius,orang utan.
·         Terdapat hewan endemik.contoh : badak bercula satu,binturong,monyet,tarsius kukang.
·         Burung-burung memiliki bulu yang kurang menarik ,tetapi dapat berkicau.contoh : jalak bali,elang jawa,murai mengkilat,elang putih.
Hewan bagian barat yang merupakan paparan sunda memiliki fauna asia, contohnya berbagai jenis kera, gajah, macan, kerbau liar, babi hutan, dan rusa.
·         Sumatra memiliki hewan - hewan yang khas, seperti: gajah, tapir, badak bercula dua, harimau, siamang, dan orang utan.
·         Jawa memiliki badak bercula satu, harimau dan banteng.
·         Kalimantan memiliki badak bercula dua, macan tutul, orang utan, kera berhidung panjang, dan beruang madu.

2.      Persebaran Hewan  Di Wilayah  Indonesia Timur (Tipe Australia)
Hewan bagian timur Indonesia yang meliputi irian,Maluku,Sulawesi,Nusa tenggara sama dengan tipe Australia.Ciri-ciri hewannya :
·         Mamalia berukuran kecil
·         Banyak hewan berkantung
·         Tidak terdapat species kera
·         jenis-jenis burung yang memiliki warna berbeda
Bagian timur indonesia ditempati fauna tipe Australia yang terdiri atas burung - burung dengan warna menyolok misalnya Kasuari, burung nuri, parkit, cendrawasih, dan merpati berjambul, beberapa jenis hewan berkantung misalnya kanguru, wallabi, dan kanguru pohon.dibagian tengah , seperti sulawesi terdapat hewan yang khas yaitu anoa,dan dipulau komodo terdapat komodo (biawak besar).
·         Irian jaya memiliki hewan mamalia berkantung misalnya kanguru,kuskus .
·         Papua memiliki koleksi burung terbanyak seperti burung cendrawasih.
·         Nusa tenggara terdapat reptile terbesar yaitu komodo

3.  Persebaran hewan diwilayah Indonesia tengah (tipe peralihan)
Daerah peralihan meliputi daerah disekitar garis Wallace yang terbentang dari Sulawesi sampai kepulauan Maluku.Bagian kepulauan indonesia ini merupakan daerah peralihan antara kawasan Australian dan Oriental. Daerah yang merupakan tempat peralihan yang mecolok adalah sulawesi. Jenis hewannya antara lain tarsius ,maleo,anoa dan babi rusa.
b.  Persebaran Tumbuhan Di Muka Bumi
Tumbuhan diindonesia merupakan geografi Indo-Malaya .Flora Indo-Malaya meliputi tumbuhan yang hidup di India,Vietnam,Thailand,Malaysia,Indonesia dan Filiphina.Flora yang biasa tumbuh di Negara ini sering disebut Flora Malesiana.
Hutan diindonesia merupakan bioma hutan hujan tropis atau hutan basah  yang memiliki ciri :
·         Memiliki kanopi yang rapat
·         Banyal tumbuhan liana seperti rotan .
Tumbuhan khas Indonesia yaitu Durian,Mangga,Sukun yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa .Didaerah ini juga memiliki memiliki tumbuhan endemik seperti Raflessia Arnoldhi.Tumbuhan ini tumbuh di akar atau batang tumbuhan pemanjat sejenis anggur liar yaitu Testrastigma.Indonesia bagian timur juga memiliki tipe hutan yang agak berbeda .Mulai dari  Sulawesi sampai irian jaya terdapat hutan non Dipterocarpaceae.Hutan ini memiliki pohon-pohon sedang seperti Beringin dan Matoa.
Bioma dapat dairtikan sebagai macam komuniatas utama yang terdapat pada suatu daerah  yang dapat dikenal berdasarkan fisiognomi .Sifat dan karakteristik suatu bioma merupakan fungsi iklim (suhu , curah hujan, cahaya dan tanah).
Garis pembatas atau pemisah antara dua bioma walaupun tidak jelas, disebut ecotone. Ekoton ditempati oleh tumbuhan dan hewan yang khas. Biorna-bioma umumnya ditentukan oleh vegetasi atau tumbuhan yang dominan. Hal ini cenderung mencermikan iklim yang umum dari area tersebut. Ada berbagai bioma didunia, yaitu gurun, padang rumput, hutan hujan tropis, hutan gugur, dan savana.
·         Gurun (Padang Pasir) : bioma ini terdapat di afrika, Amerika, Australia dan Cina.
·         Padang Rumput : bioma ini terbentang dari daerah tropik hingga subtropik, misalnya di Amerika.
·         Hutan hujan tropis : terdapat di daerah tropik dan subtropik contoh di amerika selatan (Brasil) , Asia Termasuk Indonesia) dan Afrika.
·         Hutan Gugur (Deciduos Forest) :  merupakan bioma yang khas didaerah sedang.
·         Savana : terdapat dikedua sisi khatulistiwa, berkembang dengan lebih baik di Afrika dan Amerika Selatan. Savana terdapat jiga di India, Asia Selatan, Australia, dan Indonesia (Irian, NTT, dan NTB).
·         Flora Malesiana
Hutan didaerah Flora Malesiana memiliki kurang lebih 248.000 spesies tumbuhan tinggi,didominasi oleh pohon dari Familia Dipterocarpaceae yaitu pohon yang menghasilkan biji bersayap.tumbuhan yang termasuk familia itu adalah keruing,Meranti,Kayu garu, dan Kayu kapur .
Indonesia memiliki 2 diantara 5 bioma didunia, yaitu bioma hutan hujan tropis dan bioma savana. Bioma hutan hujan tropis yang memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi adalah Malesiana.Flora Malesiana meliputi tumbuhan yang terdapat di Sumatra, Kalimantan, Filiphina Utara, dan Kepulauan Indonesia lainnya.
Tumbuhan Khas Malesiana yang terkenal adalah Rafflesia Arnoldii. Tumbuhan ini merupakan parasit yang hidup melekat pada akar atau batangtumbuhan pemanjat Tetrasigma. Penyebaran Rafflesia meliputi sumatra (Aceh , Bengkulu), Malaysia, Kalimantan dan jawa.
Di Papua ditemukan pohon buah khas yang disebut matoa (pometia pinnata). Matoa ini rasanya hampir mirip durian dan rambutan. Buah matoa berangkai seperti anggur berbentuk bulat kecil, dan berkulit tipis.


  KEUNIKAN  BIODIVERSITAS  INDONESIA
Indonesia merupakan salah satu negara di  dunia yang memiliki keanekaragaman  hayati tinggi dengan keunikan tersendiri.
1.      Memiliki  Keanekaragaman  Hayati  Tinggi
Dibandingkan dengan jenis makhluk hidup yang di dunia, diperkirakan Indonesia memiliki 10% jenis tumbuhan berbunga, 12% jenis hewan menyusui,  16% jenis reptile dan amfibi, 17 % jenis burung, dan 25% jenis ikan.
2.      Memiliki  Flora  Malesiana
Malesiana meliputi wilayah Indonesia, Malaysia, Philipina, Papua New Guinea, dan Kepulauan Solomon.  Wilayah Malesiana terletak di daerah sekitar khatulistiwa yang beriklim tropis. Curah hujannya relatif tinggi. Terdapat banyak hutan hujan tropis.
Didominasi oleh pohon  dari famili  Dipterocarpaceae  (meranti-merantian), misalnya meranti, keruing, dan kayu garu.  Selain itu, banyak tumbuhan liana (tumbuhan memanjat) seperti anggrek (Orchidaceae)  dan rotan. Ada juga berbagai jenis tumbuhan buah antara lain duku, durian,  rambutan, salak, sukun, jambu air, mangga, dan matoa (banyak di Papua).
3.      Memiliki  Fauna  Daerah  Oriental  dan  Australia
Alfred  Russel  Wallace  mengelompokkan bumi menjadi 6 daerah biogeografi, yaitu Australia, Oriental, Ethiopia, Neotropik, Palearktik, dan Nearktik.
Berdasarkan garis Wallace,  Indonesia terbagi menjadi daerah Oriental (bagian barat Indonesia)  dan daerah  Australia  (bagian timur Indonesia).
Bagian barat  Indonesia (Sumatra, Jawa, Bali  dan  Kalimantan) memiliki jenis hewan yang relatif sama seperti  gajah, orangutan, harimau, badak, banteng, tapir, ular kobra, primata  primitif  (tarsius), siamang, burung merak, dan unggas hutan. Beberapa hewan bersifat endemik  antara lain badak bercula satu (di Ujung Kulon,  Banten), jalak bali, dan elang Jawa.
Wilayah Indonesia bagian timur, yaitu Papua, Maluku, Sulawesi, dan Nusa Tenggara memiliki hewan yang relatif  sama dengan Australia. Di Papua terdapat kanguru, kuskus, burung cendrawasih, burung kasuari, burung kakatua, dan berbagai jenis hewan pengerat (rodentia).  Beberapa jenis hewan endemik contohnya komodo di Pulau Komodo (NTT), serta babirusa dan anoa di Sulawesi.
4.      Memiliki  Berbagai  Jenis  Flora  dan  Fauna  Langka
Ada sekitar 200 jenis tumbuhan langka asli Indonesia yang populasinya cenderung menurun. Contohnya eboni/kayu hitam, ulin/kayu besi (Styrax benzoin), kepel, gaharu, bunga bangkai raksasa (Amorphophallus  titanium),  raflesia (Rafflesia sp.), durian lae (Durio kutejensis), durian daun, anggrek  bulan  jawa,  anggrek   buntut
tikus,  gandaria, dan mundu (Garcinia  dulcis).
Hewan langka di Indonesia antara lain orangutan (Pongo  pygmaeus), badak bercula satu, badak bercula dua, komodo, cendrawasih (Paradisaea  sp.), maleo, kasuari, harimau sumatera (Panthera tigris sumatrensis), babirusa, dan tarsius.


C.   MANFAAT  KEANEKARAGAMAN  HAYATI  BAGI MANUSIA
1.      Untuk  Bahan  Pangan
Padi, jagung, sagu, dan umbi-umbian merupakan sumber karbohidrat. Kacang-kacangan misalnya kacang hijau, kacang tanah, dan kedelai merupakan sumber protein nabati. Kelapa sawit dan bunga matahari, merupakan sumber lemak. Berbagai jenis buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral.
Demikian pula berbagai hewan ternak (ayam, sapi, kambing, dan ikan) merupakan sumber protein hewani. Beberapa jenis mikroba telah dimanfaatkan dalam pembuatan makanan fermentasi, misalnya tempe, tape, minuman dan nata de coco.
2.      Untuk  Bahan  Obat-obatan
Tanaman obat-obatan terutama berasal dari famili Zingiberaceae seperti  jahe, kunyit, lengkuas, kencur, dan  temulawak.  Selain itu sirih, kumis kucing, jambu biji, sambiloto juga  digunakan sebagai obat-obatan. Beberapa jenis mikroba dimanfaatkan dalam pembuatan obat-obatan dan enzim.
3.      Untuk  Bahan  Industri  dan  Bangunan
Tumbuhan dapat digunakan sebagai bahan baku industri  kertas, pakaian, dan wewangian.  Gaharu digunakan sebagai  bahan wewangian  yang mahal. Tumbuhan penghasil getah digunakan sebagai bahan baku industri.  Kayu dimanfaatkan untuk pembuatan bangunan atau alat rumah tangga dan bahan kerajinan.
4.      Untuk  Fungsi  Ekologi
Tumbuhan mampu menghasilkan oksigen yang dibutuhkan untuk pernapasan organisme melalui proses fotosintesis.  Tumbuhan juga melindungi permukaan tanah dari air hujan dan teriknya matahari.
Beberapa jenis serangga, seperti kupu-kupu dan lebah, bermanfaat dalam penyerbukan tanaman.  Mikroba berperan menguraikan sisa-sisa organisme yang telah mati.
5.      Untuk  Keindahan
Berbagai jenis tumbuhan digunakan sebagai tanaman hias.  Beberapa jenis hewan juga dimanfaatkan manusia karena keindahan bulunya atau kemerduan suaranya.
6.      Sebagai  Bahan untuk  Penelitian
7.      Sebagai  Sumber  Plasma  Nutfah
         Hewan,  tumbuhan, dan mikroba yang bersifat unggul dapat dibudidayakan untuk memberi manfaat bagi Indonesia.  Plasma nutfah hewan banyak tersimpan pada hewan domestika maupun yang masih hidup liar di hutan.


D.     DAMPAK AKTIVITAS   MANUSIA  TERHADAP  KEANEKARAGAMAN
         HAYATI
         Meskipun keanekaragaman hayati merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui,  kemampuan untuk memperbaruinya terbatas.  Untuk itu pemanfaatannya harus bijaksana sehingga tidak merugikan generasi mendatang.
Aktivitas manusia dapat menurunkan (dampak negatif) atau meningkatkan (dampak positif) keanekaragaman hayati.
1.      Menurunkan  Keanekaragaman  Hayati
a.      Penebangan  Hutan
Penebangan hutan secara berlebihan dan tanpa perhitungan yang baik akan merusak kehidupan tumbuhan, hewan  dan  mikroba.
b.      Pencemaran  Lingkungan
Pencemaran lingkungan dapat disebabkan oleh penggunaan pestisida seperti insektisida  dan  herbisida.
c.      Berkurangnya  Luas  Habitat  dan  Kerusakan  Habitat
Luas habitat hewan dan tumbuhan dapat berkurang karena penebangan liar atau pembukaan hutan untuk dijadikan tanah pertanian atau pemukiman.  Kerusakan habitat lainnya misalnya akibat perusakan terumbu karang dan penebangan hutan bakau. Akibatnya dapat menurunkan keanekaragaman biota laut  dan  hutan  bakau.
d.      Erosi  Plasma  (Erosi  Plasma  Nutfah)
         Erosi gen dapat disebabkan oleh seleksi manusia dalam memilih tumbuhan tertentu.  Seringkali bibit tanaman asli (lokal) terdesak oleh bibit unggul dari luar, sehingga varietas yang dianggap kurang unggul dilupakan.  Misalnya, orang lebih suka menanam jambu bangkok dan durian bangkok daripada  jambu lokal  dan durian lokal.
2.      Meningkatkan  Keanekaragaman  Hayati
a.      Reboisasi
Reboisasi  (penghutanan kembali / penghijauan)  dapat meningkatkan kesuburan  tanah dan  keanekaragaman hayati.
b.      Mencegah  Pencemaran  Lingkungan
c.      Melindungi  Kawasan  Tertentu.

D.    Sistem tata nama ganda (binomial nomenclature)

Sebelum digunakan nama baku yang diakui dalam dunia ilmu pengetahuan, makhluk hidup diberi nama sesuai dengan nama daerah masing-masing, sehingga terjadi lebih dari satu nama untuk menyebut satu makhluk hidup. Misalnya, mangga ada yang menyebut poah, ada yang menyebut pauh, dan ada pula yang menyebut pelem. Nama pisang, di daerah jawa tengah disebut dengan gedang, sedangkan di daerah Sunda gedang berarti pepaya. Karena adanya perbedaan penyebutan ini maka akan mengakibatkan salah pengertian sehingga informasi tidak tersampaikan dengan tepat atau pun informasi tidak dapat tersebar luas ke daerah-daerah lain atau pun negara lain. Carollus Linnaeus seorang sarjana kedokteran dan ahli botani dari Swedia berhasil membuat sistem klasifikasi makhluk hidup.

Untuk menyebut nama makhluk hidup, C. Linneaus menggunakan
System tata nama ganda, yang aturannya sebagai berikut.

a. Untuk menulis namaSpecies(jenis)
1) Terdiri dari dua kata, dalam bahasa latin.
2) Kata pertama menunjukkan nama genus dan kata kedua merupakan penunjuk spesies.
3) Cara penulisan kata pertama diawali dengan huruf besar, sedangkan nama penunjuk spesies dengan huruf kecil.
4) Apabila ditulis dengan cetak tegak maka harus digarisbawahi secara terpisah antarkata, sedangkan jika ditulis dengan cetak miring maka tidak digarisbawahi. Contohnya: nama jenis tumbuhan Oryza sativa atau dapat juga ditulis Oryza sativa(padi) dan Zea mays dapat juga ditulis Zea mays (jagung).
5) Apabila nama spesies tumbuhan terdiri lebih dari dua kata maka kata kedua dan seterusnya harus disatukan atau ditulis dengan tanda penghubung. Misalnya, nama bunga sepatu, yaitu Hibiscus rosasinensis ditulis Hibiscus rosa-sinensis.
Sedangkan jenis hewan yang terdiri atas tiga suku kata seperti Felis manuculata domestica (kucing jinak) tidak
dirangkai dengan tanda penghubung. Penulisan untuk varietas ditulis seperti berikut ini yaitu, Hibiscus sabdarifa varalba (rosella varietas putih).
6) Apabila nama jenis tersebut untuk mengenang jasa orang yang menemukannya maka nama penemu dapat dicantumkan pada kata kedua dengan menambah huruf (i) di belakangnya. Contohnya antara lain tanaman pinus yang diketemukan oleh Merkus, nama tanaman tersebut menjadi Pinus merkusii.

b. Untuk menulis Genus(marga)
Nama genus tumbuhan maupun hewan terdiri atas satu kata tunggal yang dapat diambil dari kata apa saja, dapat dari nama hewan, tumbuhan, zat kandungan dan sebagainya yang merupakan karakteristik organisme tersebut. Huruf pertamanya ditulis dengan huruf besar, contoh genus pada tumbuhan, yaitu Solanum (terungterungan), genus pada hewan, misalkan Canis (anjing), Felis (kucing).
c. Untuk menulis nama Familia(suku)
Nama familia diambil dari nama genus organisme bersangkutan ditambah akhiran -aceae untuk organisme tumbuhan, sedangkan untuk hewan diberi akhiran -idea. Contoh nama familia untuk terungterungan adalah Solanaceae, sedangkan contoh untuk familia anjing adalah Canidae.
d. Untuk menulis nama Ordo(bangsa)
Nama ordo diambil dari nama genus ditambah akhiran ales, contoh ordo Zingiberales berasal dari genus Zingiber + akhiran ales.
e. Untuk menulis nama Classis(kelas)
Nama classis diambil dari nama genus ditambah dengan akhiran -nae, contoh untuk genus Equisetum maka classisnya menjadi Equisetinae. Ataupun juga dapat diambil dari ciri khas organisme tersebut, misal Chlorophyta (ganggang hijau), Mycotina (jamur).


Binomial Nomen clature

Binomial Nomenclature (Tatanama Biologi)

Binomial nomenklatur
Binomial nomenklatur atau tata nama binomial adalah suatu aturan penulisan nama spesies. Binomial nomenklatur ini harus dipenuhi dalam menuliskan nama ilmiah suatu spesies, baik itu hewan maupun tumbuhan
Tatanama binomial (binomial berarti 'dua nama') merupakan aturan penamaan baku bagi semua organisme (makhluk hidup) yang terdiri dari dua kata dari sistem taksonomi (biologi), dengan mengambil nama genus dan nama spesies. Nama yang dipakai adalah nama baku yang diberikan dalam bahasa Latin atau bahasa lain yang dilatinkan. Aturan ini pada awalnya diterapkan untuk fungi, tumbuhan dan hewan oleh penyusunnya (Carolus Linnaeus), namun kemudian segera diterapkan untuk bakteri pula. Sebutan yang disepakati untuk nama ini adalah 'nama ilmiah' (scientific name). Awam seringkali menyebutnya sebagai "nama latin" meskipun istilah ini tidak tepat sepenuhnya, karena sebagian besar nama yang diberikan bukan istilah asli dalam bahasa latin melainkan nama yang diberikan oleh orang yang pertama kali memberi pertelaan atau deskripsi (disebut deskriptor) lalu dilatinkan.

Penamaan organisme pada saat ini diatur dalam Peraturan Internasional bagi Tatanama Botani (ICBN) bagi tumbuhan, beberapa alga, fungi, dan lumut kerak, serta fosil tumbuhan; Peraturan Internasional bagi Tatanama Zoologi (ICZN) bagi hewan dan fosil hewan; dan Peraturan Internasional bagi Tatanama Prokariota (ICNP). Aturan penamaan dalam biologi, khususnya tumbuhan, tidak perlu dikacaukan dengan aturan lain yang berlaku bagi tanaman budidaya (Peraturan Internasional bagi Tatanama Tanaman Budidaya, ICNCP).

Aturan penulisan

Aturan penulisan dalam tatanama binomial selalu menempatkan nama ("epitet" dari epithet) genus di awal dan nama ("epitet") spesies mengikutinya.
Nama genus SELALU diawali dengan huruf kapital (huruf besar, uppercase) dan nama spesies SELALU diawali dengan huruf biasa (huruf kecil, lowercase).
Penulisan nama ini tidak mengikuti tipografi yang menyertainya (artinya, suatu teks yang semuanya menggunakan huruf kapital/balok, misalnya pada judul suatu naskah, tidak menjadikan penulisan nama ilmiah menjadi huruf kapital semua) kecuali untuk hal berikut:
1. Pada teks dengan huruf tegak (huruf latin), nama ilmiah ditulis dengan huruf miring (huruf italik), dan sebaliknya. Teladan: Glycine soja, Pavo muticus. Perlu diperhatikan bahwa cara penulisan ini adalah konvensi yang berlaku saat ini sejak awal abad ke-20. Sebelumnya, seperti yang dilakukan pula oleh Carolus Linnaeus, nama atau epitet spesies diawali dengan huruf besar jika diambil dari nama orang atau tempat.
2. Pada teks tulisan tangan, nama ilmiah diberi garis bawah yang terpisah untuk nama genus dan nama spesies.

Tatanama binomial dikenal pula sebagai "Sistem Klasifikasi Binomial".
Keunggulan binomial nomenklatur adalah memudahkan kita menunjuk suatu spesies tanpa harus menerjemahkannya ke dalam bahasa lain. Nama ilmiah berlaku di seluruh dunia. Misalnya, jika kita menyebut “ayam”, mungkin orang Inggris tidak akan mengerti. Tetapi bila kita menyebut ayam dengan nama ilmiahnya, yaitu Gallus gallus, maka orang Inggris akan mengerti bahwa yang kita maksud itu adalah “chicken”.

Untuk mencari data suatu spesies di internet, juga lebih mudah menggunakan nama ilmiah. Misalnya, kita ingin mencari data mengenai suatu hewan dalam bahasa Inggris. Bila kita tahu nama ilmiahnya, kita bisa dengan mudah mencarinya di internet tanpa harus mengetahui bahasa Inggris dari spesies tersebut.


Contoh nama ilmiah dari beberapa spesies:


No Nama Tatanama Binomial - Spesies - Keterangan
1. Kedelai - Glycine soja - soja - Ordo Periscodactyla
2. Teratai - Nymphaea lotus - lotus
3. Padi - Oryza sativa - sativa - Ordo Commelinales
4. Harimau - Panthera tigris - tigris - Ordo Carnivora
5. Manusia - Homo sapiens - sapiens - Ordo Primata
6. Singa - Panthera leo - leo - Ordo Carnivora
7. Komodo - Varanus komodoensis - komodoensis - Ordo Lacertilia
8. Ayam - Gallus gallus - gallus - Ordo Rasores
9. Tapir Asia - Tapirus indicus - indicus - Ordo Periscodactyla
10. Kapas - Gossypium arborescens - arborescens - Malvaceae / Kapas2an
11. Jagung - Zea mays - mays - Ordo Commelinales
12. Jamur - Penicillium notatum - notatum - Ordo ascomycotina
13. Kembang sepatu Hibiscus * rosa-sinensis * rosa-sinensis - Malvaceae / Kapas2an
14. Kecoak * Periplaneta * periplaneta
15. Jengkol * Pithecollobium jiringa * jiringa
16. Kalajengking * Heterometrus syaneus * syaneus * Ordo scorpioidae
17. Kelabang * Scuitigera forceps * forceps * Ordo Chilopoda
18. Pinus * Merkusii * Merkusi
19. Jeruk Nipis * Citrus aurantiflora * aurantiflora
20. Bakung* amaryllis (Crinum asiaticum) * asiaticum * Amarylidaceae / Bakung2an
21. Asparagus * Asparagus officianalis * officianalis
22. Pakis asparagus * Asparagus fern * fern
23. Pisang * Musa sapientum * sapientum * Musaceae / Pisang2an
24. Ceremai Cicca acida acida
25. Elang hitam * lctinaetus malaiensis * malaiensis * Ordo Rapaces
26. Lidah buaya * Sansevieria trifaciata * trifaciata
27. Sukun * Artocarpus communis * communis
28. Terung * Solanum melongana * melongana * Solanaceae / Suku Terungan
29. Brokoli * Brassica oleracea var. botrytis * oleracea var. botrytis
30. Kubis * Brassica oleracea * oleracea * Cruciferae / kubis2an
31. Tomat * Salanum lycopercium * lycopercium * Solanaceae / Suku Terungan
32. Kenanga * Canangium odoratum * odoratum
33. Pepaya * Carica papaya * papaya * Caricaceae / Suku pepayaan
34. Belimbing segi * Averrhoa carambola * carambola
35. Karet * Hevea brasiliensis * brasiliensis * Euphorbiaceae / Getah2an
36. Cabai * Capsicum annuum * annuum * Solanaceae / Suku Terungan
37. Kucai * Allium * odorum * odorum
38. Kai lan * Brassica alboglabra * alboglabra
39. Sawi putih * Brassica chinensis * chinensis * Cruciferae / kubis2an
40. Kacang tanah * Arachis hypogaea * hypogaea * Papilionaceae / Kacang2an
41. Kacang panjang * Vigna sesquipedalis * sesquipedalis * Papilionaceae / Kacang2an
42. Lobak * Raphanus sativus var. hortensis sativus var. hortensis
43. Kayu manis * Cinnamomum zeylanicum * zeylanicum
44. Serai wangi * Cymbopogon nardus * nardus
45. Harimau dahan * Felis nebulosa * nebulosa * Ordo Carnivora
46. Cengkeh * Eugenia aromatica * aromatica
47. Lipas * Periplaneta americana * americana O* rdo Orthoptera
48. Semangka * Cucumis lanatus * lanatus * Cucurbitaceae / Suku timunan
49. Ketimun * Cucumis sativus * sativus * Cucurbitaceae / Suku timunan
50. Belalang jarum * Calopteryx virgo * virgo
51. Tikus beruk* Rattus cremoriventer * cremoriventer * Ordo Rodentia
52. Tikus besar kelabu * Rattus bowersii* bowersii Ordo Rodentia
53. Kambing * Capra hircus * hircus * Ordo Periscodactyla
54. Kacang hijau * Phaseolus aureus * aureus * Papilionaceae / Kacang2an
55. Hamster * Mesocrecetus * aurataus * aurataus
56. Ikan hering * Clupea harengus * harengus
57. Elang * Haliaetus teucocephalus * teucocephalus * Ordo Rapaces
58. Tembakau * Nicotiana tabacum * tabacum * Solanaceae / Suku Terungan
59. Cicak * Hemidactylus frenatus * frenatus * Ordo Lacertilia
60. Nangka * Artocarpus integra * integra
61. Katak * Bufo biforcatus * biforcatus * Ordo anura
62. Kangkung Ipomoea reptans reptans
63. Selada * Lactuca sativa * sativa
64. Gajah * Elephas indicus * indicus * Ordo Proboscoidea
65. Buah pala * Myristica fragrans * fragrans
66. Kelapa sawit * Elaeis guineensis * guineensis
67. Nanas Ananas * comosus * comosus * Bromeliaceae / Nanas2an
68. Labu * Cucurbita * maxima * maxima
69. Kelinci * Lepus cunniculus * cunniculus * Ordo Logomorpha
70. Kobra * Naya sputatrix *sputatrix * Ordo Ophidia
71. Asam jawa * Tamarindus indica * indica
72. Teh * Camellia sinensis * sinensis
73. Anai-anai* Coptotermes curvignathus * curvignathus
74. Buaya * Crorodylus porosus * porosus * Ordo Crocodilia
75. Penyu * Cheloniia mydas * Mydas * Ordo Chelonia
76. Kura-kura * Coura amboinensis a* mboinensis * Ordo Chelonia
77. Sapi * Bos indicus * indicus * Ordo Artiodactyla
78. Kerbau * Bubalus bubalus * bubalus * Ordo Artiodactyla
79. Domba Ovis * argal * argal Ordo Artiodactyla
80. Panda * Ailurus fulgens * fulgens
81. Bunga Bangkai * Rafflesia arnoldii * arnoldii
82. Badak jawa * Rhinoceros sondaicus * sondaicus * Ordo Artiodactyla
83. Burung Jalak Bali * Leucopsar rothschildi * rothschild
84. Kentang * Solanum tuberosum * tuberosum * Solanaceae / Suku Terungan
85. Kopi * Coffea arabica * arabica
86. Kuda * Equus cabalus * cabalus * Ordo Periscodactyla
87. Paus biru * Balaenoptea musculus * musculus * Ordo Cetacea
88. Tapir * Tapirus indicus * indicus * Ordo Periscodactyla
89. Babi * Sus scroga * scroga * Ordo Artiodactyla
90. Kuda Nil * Hipopotamus musculus * musculus * Ordo Artiodactyla
91. Jerapah * Giraffa camalopardalis * camalopardalis * Ordo Artiodactyla
92. Ikan Duyung * Halicore dugong * dugong * Ordo Sirenia
93. Gelatik * Amadina orizypora orizypora * Ordo Oscines
94. Kutilang * Pyenonotus aurigaster aurigaster * Ordo Oscines
95. Cendrawasih * Paradisea apoda apoda * Ordo Oscines
96. Gagak * Coruus enca * enca * Ordo Oscines
97. Lumba-lumba * Phoscaena communis * communis * Ordo Cetacea
98. Burung Gereja * Passer domisticus * domisticus * Ordo Oscines
99. Lutung * Phitecus pryghusx * pryghusx * Ordo Primata
100. Orang Utan * Pongo pygmaeus * pygmaeus Ordo Primata
101. Gorila * Gorilla gorilla * gorilla * Ordo Primata
102.. Tupai * Tupaja javavica * javavica * Ordo insectivora
103. Serigala * Canis lupus * lupus * Ordo Carnivora
104. Beruang Indonesia * Ursus Malayanus * Malayanus * Ordo Carnivora
105. Anjing laut * Phoca vitulina * vitulina * Ordo Carnivora


CARA PEMBERIAN NAMA KELAS, BANGSA DAN FAMILI :

   1. Nama kelas adalah nama genus + nae. contoh: Equisetum + nae, menjadi kelas Equisetinae.
   2. Nama ordo adalah nama genus + ales. contoh: zingiber + ales, menjadi ordo Zingiberales.
   3. Nama famili adalah nama genus + aceae. contoh: Canna + aceae, menjadi famili Cannacea

Misal : Pongo     pigmaeus      sumatraensis                AWAS !, perhatikan formatting
       Spesies   Genus                 Petunjuk spesies



TAKSON
PADI
ORANG UTAN
Divisi / Phylum
Sub
Classis [kelas]               
Ordo [bangsa]
Familia [suku]                
Genus [marga]
Spesies [jenis]               
Sub-spesies
Spermatophyta                           
Angiospermae                             
Monocotyledonae                        
Poales / Glumiflorae
Poaceae / Graminae                     
Oryza
Oryza sativa L                                 
Chordata                                   
Vertebrata                                 
Mammalia                                  
Primata
Pongidae                                   
Pongo
Pongo pigmaeus                             
Pongo pigmaeus sumatraensis




2. Penulisan nama ilmiah yang benar menurut aturan binomial nomenklatur adalah .... [UNAS 2008/2009]



Nama
Keterangan
Nama penunjuk spesies
Nama genus
A.
Musa Paradiasaca
Musa
Paradisiaca
B.
Musa paradisiaca
Musa
Paradisiacal
C.
musa paradisiaca
musa
Paradisiacal
D.
Musa Parradisiaca
Paradisiaca
Musa
E.
Musa paradisiaca
paradisiaca
Musa



Sistem Tata Nama Ganda
Sistem tata nama ganda atau binomial nomenclature adalah bahasa yang digunakan untuk memudahkan komunikasi antar-ilmuwan Biologi mengenai jenis makhluk hidup. Orang yang menciptakan sistem tata nama ganda adalah Carolus Linnaeus pada tahun 1735. Bahasa yang digunakan oleh Linnaeus dalam sistem tata nama adalah bahasa Latin, karena pada masa Linnaeus bahasa tersebut adalah bahasa ilmiah yang universal. Sistem tata nama ganda berupa nama ilmiah pada setiap spesies makhluk hidup. Sistem tata nama terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian pertama menunjukkan nama genus dan bagian kedua menunjukkan nama spesies.
Sistem tata nama ganda memiliki aturan tertentu. Aturan dalam sistem penamaan tersebut adalah :
Kata pertama menunjukkan nama genus
Kata kedua menunjukkan nama spesies
Nama genus harus diawali dengan huruf besar (huruf pertama dalam nama genus harus huruf besar)
Nama spesies diawali dengan huruf kecil (huruf pertama dalam nama spesies harus huruf kecil)
Kedua kata tesebut harus digarisbawahi (underline) jika ditulis dengan tangan
Jika diketik dengan komputer kedua kata tersebut dicetak miring (italic)
Nama penemu (Linnaeus) ditulis dalam singkatan (L.) atau ditulis lengkap di belakang nama penunjuk spesies
Nama penemu (Linnaeus) ditulis dengan huruf besar di awal dan tidak digarisbawahi juga tidak dicetak miring
Contoh :
Pisang = Musa paradisiaca L.
Musa menunjukkan nama genus dari pisang.
Dan paradisiaca menunjukkan nama spesies dari pisang.
Sedangkan " L. " menunjukkan nama penemu sistem tata nama ganda atau binomial nomenclature (Linnaeus).

Makalah tentang AC/Air Conditioner

BAB   1   PENDAHULUAN 2.1. Latar Belakang Latar belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas nilai yang kurang, yang...